Pengaruh Sosial Masyarakat Penggabungan Desa Marsada Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan

Authors

  • Abdul Ma`arif Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

DOI:

https://doi.org/10.65434/jst.v3i2.52

Abstract

Law Number 32 of 2004 concerning Regional Government, Article 200 paragraph (2), states that the formation, abolition, and/or merger of villages must take into account their origins and be initiated by the community. This law is reinforced by Government Regulation Number 72 of 2005 concerning Villages, which mentions the formation and change of village status, and Regulation of the Minister of Home Affairs (Permendagri) Number 28 of 2006 concerning the formation, abolition, merger of villages, and the change of village status to sub-district. Based on this, the Sipirok District Government, which is part of South Tapanuli Regency, also implements the mandate of these Regional Regulations. Most villages in Sipirok District have been merged to form new villages, and some have had their status changed to sub-districts. The research method used was qualitative research. The results indicate several advantages and disadvantages of village mergers for social, administrative, and governmental purposes.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Miles, Matthew B, dan Huberman A, Michael, 2007, Analisis Data Kualitatif, Jakarta: UI Press.

Nawawi, Hadari, 1998, Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nurcholis, Hanif, 2011, Pertumbuhan & Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Jakarta: Erlangga.

Soemantri, Trisantono, Bambang, 2010, Pedoman Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Jatinangor: Fokusmedia.

Solekhan, Moch, 2012, Penyelengaraan Pemerintahan Desa. Malang: Setara press.

Setiono, 2008, Pedoman Pembimbingan & Penulisan Usulan Penelitian Karya Ilmiah, Surakarta: UNS Press.

Soewito, 2007, Himpunan Peraturan-Peraturan Perundang-undangan Republik Indonesia, Bandung: Penerbit CV. Nuansa Aulia

Sutopo, H.B. 2002, Metode Penelitian Kualitatif, Dasar Teori dan Terapannya Dalam Penelitian, Surakata: UNS Press.

Widjaja, HAW, 2010, Otonomi Desa merupakan Otonomi yang Asli Bulat dan Utuh. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Peraturan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan No. 5 Tahun 2008 Tentang Pembentukan, Penggabungan Desa dan Perubahan Status Desa Menjadi Kelurahan

Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 Tentang Desa

Permendagri No. 28 Tahun 2006 Tentang Pembentukan, Penghapusan, Penggabungan Desa dan Perubahan Status Desa Menjadi Kelurahan.

Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

http://frizedianto.wordpress.com/2012/II/26/pemerintah-desa/

http//agussunthe.blogspot.ca/2012/06/tinjauan-tentang-geografi-desa.html

Downloads

Published

2026-06-01

How to Cite

Ma`arif, A. (2026). Pengaruh Sosial Masyarakat Penggabungan Desa Marsada Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Jurnal Sostekmas : Jurnal Ilmu Sosial, Teknologi, Dan Pengabdian Masyarakat, 3(2), 51–60. https://doi.org/10.65434/jst.v3i2.52

Issue

Section

Article