Kebijakan Plagiasi

Plagiarisme adalah tindakan di mana seorang penulis menggunakan karya atau tulisan orang lain (menyalin gagasan, proses, hasil, atau kata-kata orang lain sebelumnya) tanpa izin, pencantuman sumber, atau pengakuan yang semestinya. Jurnal Sostekmas: Jurnal Ilmu Sosial, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat sangat menentang segala bentuk tindakan tidak etis berupa penyalinan atau plagiarisme. Penulis harus memastikan bahwa karya yang mereka tulis sepenuhnya orisinal. Jurnal Ilmu Sosial, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat menganggap plagiarisme sebagai pelanggaran serius dan akan memasukkan ke dalam daftar hitam penulis yang secara sengaja mengutip atau menggunakan materi dari karya yang telah diterbitkan sebelumnya tanpa pengakuan yang tepat. Penulis disarankan untuk menggunakan perangkat lunak pemeriksa plagiarisme guna memeriksa tingkat kemiripan dengan publikasi sebelumnya sebelum menjalani proses penelaahan atau sebelum diterbitkan. Setiap naskah yang diserahkan ke jurnal ini akan diperiksa tingkat plagiarisme-nya menggunakan program Turnitin sebelum diproses lebih lanjut atau diterbitkan oleh editorJurnal Ilmu Sosial, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat.

Jenis-jenis plagiarisme berikut ini menjadi perhatian bagi Jurnal Ilmu Sosial, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat:

  1. Plagiarisme Penuh : Konten yang telah diterbitkan sebelumnya tanpa perubahan apa pun pada teks, gagasan, dan tata bahasa dianggap sebagai plagiarisme penuh. Hal ini mencakup penyajian teks yang sama persis dari suatu sumber dan mengakuinya sebagai karya sendiri.
  2. Plagiarisme Sebagian : Jika konten merupakan gabungan dari berbagai sumber berbeda, di mana penulis telah mengubah susunan kata (*rephrasing*) secara ekstensif, maka hal ini disebut sebagai plagiarisme sebagian.
  3. Plagiarisme Sendiri: Ketika seorang penulis menggunakan kembali sebagian atau seluruh penelitian mereka yang telah diterbitkan sebelumnya, hal ini disebut sebagai plagiarisme sendiri. Plagiarisme sendiri total terjadi ketika penulis menerbitkan ulang karya mereka sendiri yang sebelumnya telah diterbitkan di jurnal lain.

Jika plagiarisme terdeteksi oleh anggota dewan redaksi, penelaah, editor, dan sebagainya, pada tahap apa pun dalam proses artikel—baik sebelum atau sesudah penerimaan, selama penyuntingan, maupun pada tahap pemeriksaan akhir kami akan memberitahukan hal tersebut kepada penulis dan meminta mereka untuk menulis ulang konten atau mencantumkan referensi sumber konten tersebut. Jika lebih dari 30% isi makalah terbukti merupakan hasil plagiarisme, artikel tersebut dapat ditolak dan pemberitahuan mengenai hal ini akan disampaikan kepada penulis. Jika plagiarisme terdeteksi setelah publikasi, pihak jurnal akan melakukan investigasi. Apabila plagiarisme terbukti, pihak berwenang dari Jurnal Ilmu Sosial, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat akan menghubungi institusi penulis serta lembaga penyandang dana. Artikel yang memuat plagiarisme tersebut akan diberi penanda pada setiap halaman berkas PDF-nya. Tergantung pada tingkat keparahan plagiarisme, artikel tersebut juga dapat ditarik kembali secara resmi.